Pada Rabu, 26 November 2025, sebanyak 115 umat mengikuti kegiatan Sarasehan Kitab Suci yang berlangsung dari pukul 18.00 hingga 20.00. Acara ini kembali menunjukkan antusiasme umat dalam memperdalam pemahaman Kitab Suci serta menggali pengalaman hidup rohani dalam terang iman Katolik. Pada pertemuan kali ini, sarasehan mengangkat tema mengenai hidup sesudah kematian, sebuah topik yang selalu menarik perhatian umat karena berkaitan langsung dengan misteri iman dan harapan kristiani. Rm. Dirgaprimawan, SJ hadir sebagai narasumber dan memaparkan penjelasan yang mendalam mengenai makna kematian, kehidupan kekal, serta peran api penyucian dalam proses penyelamatan manusia.
Suasana sarasehan berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa peserta memberikan pertanyaan, berbagi pengalaman pribadi, serta menyampaikan refleksi yang memperkaya diskusi bersama. Interaksi ini menunjukkan kerinduan umat untuk semakin memahami karya keselamatan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, Rm. Dirgaprimawan, SJ menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kebahagiaan sejati bersama Tuhan. Ia juga menjelaskan bahwa api penyucian merupakan wujud nyata cinta kasih Allah, yang memurnikan manusia agar layak bersatu dengan-Nya dalam kehidupan kekal. Melalui sarasehan ini, umat diajak untuk semakin mencintai Kitab Suci dan menjadikannya sumber pengharapan, penghiburan, serta pegangan dalam perjalanan iman. Besar harapan bahwa kegiatan seperti ini terus menumbuhkan semangat umat untuk semakin dekat dengan Tuhan lewat sabda-Nya.

