Lustrum 22 🔥 20260611_140937.jpg
<linearGradient id="sl-pl-bubble-svg-grad01" linear-gradient(90deg, #ff8c59, #ffb37f 24%, #a3bf5f 49%, #7ca63a 75%, #527f32)

Profil Gereja

Profil Singkat

Paroki St. Antonius Padua Purbayan Surakarta

Perkembangan Paroki St. Antonius Padua Purbayan tidak dapat dilepaskan dari peran para misionaris, khususnya Romo Stiphout, SJ. Perayaan Ekaristi pertama di gereja ini dimulai pada tahun 1907, dan secara resmi gereja diberkati serta berdiri sebagai paroki pada bulan November 1916. Kini, setelah lebih dari satu abad berdiri, Paroki Purbayan telah berkembang pesat dalam berbagai aspek, mulai dari jumlah umat, karya sosial, hingga kehidupan liturgi. Gereja ini juga menjadi pusat atau paroki induk bagi wilayah Kevikepan Surakarta. Dengan arsitektur bergaya Belanda dan bangunan gereja yang tinggi dan megah, Paroki Purbayan menyimpan jejak sejarah yang kaya. Sejak awal berdirinya hingga saat ini, paroki ini tetap dilayani oleh para imam dari Ordo Serikat Yesus (SJ), yang terus melanjutkan semangat misi dan pelayanan.

Visi

Berdasarkan PDP 2020 Paroki Purbayan menjalankan visi Keuskupan Agung  Semarang yaitu “Terwujudnya Peradaban Kasih dalam Masyarakat Indonesia yang Sejahtera, Bermartabat dan Beriman”.

Misi

  1. Mengupayakan liturgi yang gembira dan menyentuh rasa perasaan religius umat dengan tetap memerhatikan kaidah-kaidah umum liturgi Gereja, sehingga dalam pengungkapan imannya umat mengalami dan merasakan kehadiran Tuhan.
  2. Mengupayakan pewartaan yang relevan dengan situasi umat dan kebutuhan jaman, agar pengetahuan iman umat semakin mendalam dan penghayatan iman umat semakin tangguh.
  3. Mengupayakan persekutuan yang guyub-rukun bersatu, mampu berbelarasa dan berkorban dengan terlibat aktif menurut potensi, kemampuan dan kesempatan masing-masing.
  4. Mendorong umat agar semakin melibatkan diri dalam keprihatinan masyarakat dalam bidang sosmaspol agar kehadiran Gereja terwujud secara signifikan dan relevan terutama bagi kesejahteraan hidup kaum Kecil Lemah Miskin Tersingkir dan Difabel (KLMTD).
  5. Mewujudkan reksa pastoral berbasis data yang menggerakan umat untuk semakin peduli terhadap kebutuhan ciptaan dan melawan radikalisme agama melalui pembiasaan cara hidup yang peduli dan pembngunan budaya kasih.

Profil Pastor

Walterus Teguh Santosa, SJ

Walterus Teguh Santosa, SJ

Pastor Paroki

 
“Hidup itu seperti naik sepeda, perlu terus mengayuh agar tidak jatuh.”

Romo Teguh lahir di Bantul pada 28 Juni 1965. Setelah menjalani dinamika hidup sebagai awam, beliau menemukan panggilannya dan mulai menjalani masa Pranovisiat Serikat Yesus (SJ) pada 23 Maret 1996. Setahun kemudian, tepatnya 1 Juli 1997, beliau resmi memasuki Novisiat SJ di Girisonta.

Setelah menempuh masa pendidikan dan formasi, Romo Teguh ditahbiskan menjadi imam pada 26 Juli 2007 di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru. Tugas pertama yang diemban adalah sebagai Vikaris Paroki di Cililitan hingga tahun 2009. Selanjutnya, beliau melanjutkan karya imamatnya di PIKA sebagai Kepala Divisi Operasional, pengajar, hingga akhirnya dipercaya menjadi Direktur PIKA pada tahun 2014.

Pada tahun 2016, Romo Teguh kembali menjalani tugas pastoral sebagai Vikaris Paroki di Tangerang dan kemudian diangkat menjadi Romo Paroki pada tahun 2018. Setelah beberapa tahun berkarya di Tangerang, beliau diminta untuk melayani sebagai Vikaris Paroki di St. Antonius Padua Purbayan, Surakarta pada tahun 2023. Saat ini, beliau menjabat sebagai Romo Paroki di paroki tersebut.

Romo Teguh memiliki hobi bersepeda.

Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, SJ

Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, SJ

Pastor Vikaris

 

 

Siempre Voy a Christo (Selalu Menuju Pada Kristus)

Romo Bagas lahir di Jakarta pada 8 April 1993. Ia memulai perjalanan hidup religiusnya dengan masuk Novisiat Serikat Yesus (SJ) pada 22 Juni 2012. Setelah menempuh masa pendidikan dan formasi, Romo Bagas ditahbiskan menjadi imam pada 31 Juli 2024 di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta. Tugas pertamanya sebagai imam adalah melayani sebagai Romo Vikaris di Paroki St. Antonius Padua, Purbayan, Surakarta sejak tahun 2024 hingga saat ini. Di luar karya imamatnya, Romo Bagas  pribadi yang aktif dan penuh semangat. Ia memiliki beragam hobi, di antaranya menyanyi, bermusik, membaca, serta bermain sepak bola dan futsal.

Perkembangan Saat Ini…

Berdasarkan data Eklesia tahun 2025, jumlah umat Paroki St. Antonius Padua Purbayan tercatat sebanyak 4.083 jiwa. Umat ini tersebar di 17 wilayah dan 55 lingkungan. Adapun rincian jumlah umat berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 1.848 laki-laki dan 2.235 perempuan. Saat ini, Paroki Purbayan terus berupaya mengembangkan berbagai sarana dan prasarana guna mendukung kenyamanan umat dalam menjalankan kegiatan pastoral dan peribadatan.