Sejarah Gereja
Periode Perintisan (sampai tahun 1930)
Pada tanggal 29 Oktober 1905, Romo Cornelius Stiphout, S.J. dari Ambarawa merintis pembangunan gereja di kota Surakarta. Pada tanggal 22 Desember 1907, Perayaan Ekaristi yang pertama kali diadakan di pastoran. Pada bulan November 1916, Gereja Santo Antonius Purbayan berdiri dan diberkati. Orang Surakarta pertama yang dibaptis adalah Anna Catharina Weynschenk (14 November 1812) dan Georgius Weynschenk (24 November 1812). Pada tahun ini, ada 59 orang yang dibaptis. Romo C. Stiphout, S.J. diangkat sebagai Romo Paroki yang pertama di Surakarta dengan surat pengangkatan tahun 1918. Romo Henricus Koch, S.J. ini yang mendatangkan patung-patung dari Belanda serta dua lonceng yang diberi nama Santa Maria dan Santo Ignatius. Bartholomeus Hagdorn, S.J. mengangkat Bapak A. Mujikuwat Sastrawinata menjadi koster gereja yang pertama. Romo Jacobus Schots, S.J. yang mendirikan Gereja di Baturetno, Wonogiri.
Gereja Santo Antonius juga mulai merintis bidang pendidikan. Nama-nama seperti F.X. Straeter, S.J.; C. Stiphout, S.J.; Hermanus J.J Jansen, S.J.: Henricus van Driessche, S.J.; Jacobus Hoevenaars, S.J.; Corn Lucas, S.J.; H.J.J. Jansen, S.J.: Lucas, S.J.; Carolus de Hoog. S Arnoldus Van Velsen, S.J.; Cornelius Versteeg, S.J.; Jacobus Schots, S dan beberapa awam seperti Bapak Soemadisastro, Bapak Poerwa, dan Th. Hardjasubrata adalah sebagian para perintis Purbayan dan pendidikan di wilayah Surakarta. Gereja membuka sekolah HIS Sosronegaran SD Kanisius Jayengan, SDK Pucangsawit, SDK Purwaprajan, SD Semanggi, SDK Sorogenen, dan SDK Bromantakan.
GEREJA KATOLIK ST. ANTONTUS
Periode Pertumbuhan (1930-1942)
Pada tanggal 14 Agustus 1931, B. Hagdorn, S.J. menjadi Romo Paroki di Purbayan. Panggilan untuk menjadi suster, bruder, dan imam mulai diperhatikan. Misa Kudus pada hari Minggu menjadi tiga kali, salah satunya Misa dalam bahasa Jawa. Pertambahan umat setiap tahunnya mencapai sekitar 100 orang. Nama-nama yesuit lain yang pernah bertugas di Purbayan pada periode ini antara lain: Romo J. Sevink, S.J.; C. Ruijgro S.J. Pada period untuk merintis Purbayan dan Elfrink, MSF dimulai pada (29 Juni 1942 Romo C Paroki). Ger kelompok k pendidikan dan Perkur diadakan M itu, pada s Masa R.J.; C. Ruijgrok, S.J.; C. Verhaar, S.J.; dan Romo Th. Poespasoeparta, S.J. Pada periode ini juga datang para imam dari Tarekat Keluarga Kudus untuk merintis pendirian gereja Purwosari. Mereka tinggal di pastoran Purbayan dan membantu pelayanan di Purbayan. Mereka antara lain A. Elfrink, MSF: Van Tiel, MSF; dan Chr. Hendriks, MSF. Pembangunan dimulai pada bulan Mei 1940. Dua tahun kemudian, gereja ini diresmikan (29 Juni 1942) dan paroki berdiri sendiri terpisah dari paroki Purbayan, Romo C. Verhaar, S.J. mulai membentuk Dewan Gereja (Dewan Paroki). Gereja mulai memiliki berbagai kelompok aktivitas antara lain, kelompok koor Santa Cecillia, kelompok koor Jawa, beberapa lembaga pendidikan, Kerasulan Doa, Kongregasi Maria, Mudika, Pandu Katolik, dan Perkumpulan Karitatif. Yang penting dicatat, setiap Jumat pertama diadakan Misa Kudus pukul 05.30, pukul 06.45, dan pukul 07.30. Selain itu, pada setiap Minggu sore diadakan Lof (puji-pujian/astuti) Masa Revolusi (1942-1950)
Pada zaman penjajahan Jepang, umat mulai kacau. Gereja Santo Petrus yang belum lama berdiri didatangi perampok-perampok, sehinga apa pun, termasuk pintu-pintu, diangkut habis. Akan tetapi, berkat Tuhan dan keuletan bapak koster, gereja Purbayan selamat. Pada masa ini, para Romo diinternir dan gereja-gereja ditutup. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, banyak Romo datang membantu paroki Surakarta, di antaranya Romo AP Purwadiharja, Pr. dan Romo L. Daroewendo, S.J. Pada tahun 1949, Slamet Riyadi dipermandikan dengan nama permandian Ignatius (24 Desember).
Pada tahun 1950, Romo C. Martawerdaya, S.J. menjadi pastor kepala, dibantu oleh AP. Purwadiharja, Pr.; A. Tjakrawardaya, Pr.; dan H. Wakkers, S.J. Jumlah baptisan yang paling tinggi untuk dasawarsa lima puluhan adalah 606 orang. Pada tahun 1955. Romo J. Darmoyuwono, Pr yang kelak menjadi kardinal) tinggal di Paroki Purbayan. Beliau merupakan pendirian gereja Purbowardayan sekaligus memberkatinya (1961). Tahun 1956-1967 para yesuit dan imam diosesan yang pernah berkarya dan tinggal di Purbayan antara lain, H. Wakkers, S.J.; Tan Kiong Hwat PAPA. Takrawardaya, Pr.; A. Rutten S.J.; C. Prawirasuprapta, S.J 1. Mulder, S.J.; G. Chetelat, S.J.; F. Leber, S.J.; G. Oosthout, S.J.; P. Poerwahoetama, S.J.; H. Haripranata, S.J.; E. Wiegers, S.J.; dan A Somoboedojo, S.J.
Pada tanggal 12 Juni 1967, Gereja Santo Antonius Purbayan merayakan pesta emas. Jumlah baptisan pada tahun ini mencapai 976 orang. Sclama Romo Haripranata menjadi pastor paroki, kegiatan ekumene maju pesat. Tiap awal tahun diadakan pertemuan antara Romo, suster, dan bruder dengan para pendeta dan istri. Pada tanggal 8 Oktober 1975, Romo Haripranata diangkat sebagai administrator apostolik di Keuskupan Weetebula, Sumba.
Pada tahun 1975, paroki Dirjodipuran yang dirintis sejak 1969 telah berdiri menjadi Paroki Santo Inigo.

Pada tahun 1976, para yesuit yang tinggal dan berkarya di Purbayan antara lain Th. Prayitna, S.J., J. Groenewoud, S.J.; B.S. Mardiatmadja, S.J.; A. Waibel, S.J.; dan Wiegers, S.J. Romo Prayitna, S.J. memperkenalkan ME (Marriage Encounter). Pada tahun 1977, lahirlah CLC (Christian L Life Community) atau yang sekarang dikenal dengan nama KHK (Komunitas Hidup Kristiani) yang didirikan dengan nama Santa Maria dan Serba Kasih (1979). Nama ini akhirnya diganti menjadi CLC Santo Ignatius.
Masa Pemantapan (1980-sekarang)
Boleh dikatakan bahwa sejak tahun 1980, diawali oleh Romo J. Madyasusanta, S.J. dengan Romo Pembantu C.Prawirasuprapta, S.J.; Romo J. Reijnders, S.J.; dan Romo L. Smit, S.J., adalah awal masa pemantapan. Umat basis, organisasi-organisasi Katolik, gerakan kharismatik Mudika, dll. berkembang dengan baik. Dibuat pembaharuan buku-buku nyanyian gereja (Madah Cinta, Natalia, Memoriam, dan Pekan Suci). Diadakan penataran-penataran untuk prodiakon, pamong wilayah, dan para pemuka jemaat. Pada tahun 1985-1988, ketika L. Smit, S.J. menjadi Romo Paroki, gedung gereja diperluas. Pada tanggal 21 Juli 1988, gereja Santo Antonius dipakai sebagai tempat pentahbisan imam-imam Yesuit yang dihadiri oleh Romo Jendral Peter-Hans Kolvenbach, S.J.
Pada tanggal 13 Juni 1991, paroki Santo Antonius Purbayan merayakan ulang tahun yang ke-75. Romo J.B. Mardikartono, S.J., sebagai Romo Kepala, bersama Romo J. Abdipranata, S.J.; M. Hadisiswoyo, S.J: dan M. Sriyanto, S.J., selaku Romo Pembantu, meneruskan dan mengembangkan program-program yang sudah dicanangkan. Ketika Rm. M Sriyanto, S.J. menjadi Romo Kepala, dibangunlah gedung paroki. Sejak tahun 1996, para Romo yang bertugas di Purbayan antara lain M. Sriyanto, S.J.; F.X. Wiryapranata, S.J.; T. Suyudanta, S.J.; A. Hartana, S.J.; St. Hari Suparwito, S.J.; R. Wahana Wegig, S.J.; A. Warno Tribowo, S.J.; J. Hovens, S.J.; R. Kurris, S.J.; Martin Suhartono Sanjoyo, S.J.; Y.B. Mardikartana, S.J.; A. Puja Harsana, S.J.; A. Mangunhardjana, S.J.; P. Suradibrata, S.J.; Fr. Vincent Haryanto Soedjatmiko, S.J.; J. Moerti Yoedho Koesoemo SJ; dan L. Priyo Poedjiono, S.J
- Masa Perintisan (1859-1918)
Tanggal 8 Mei 1807 Prefektur Apostolik Batavia berdiri. Tahun 1808 datang ke Indonesia 2 imam praja dari Belanda. Tanggal 27 Desember 1808, Gubernur General Deandels memutuskan dengan beslit bahwa Pastor Lambertus Prinsen Pr, menjadi pastor di Semarang. Esoknya, 28 Desember 1808, Pastor Prinsen tiba di Semarang. Sejak itu Semarang menjadi stasi. Orang Surakarta pertama yang dibaptis adalah Anna Catharina Weynschenk (14 November 1812) dan Georgius Weynschenk (24 November 1812) bersama dengan 59 orang lainnya. Pada tahun 1859 stasi Ambarawa didirikan di bawah pimpinan Rm. Johannes F. van der Haegen, SJ. Stasi ini meliputi daerah Salatiga, Ambarawa, Surakarta dan Madiun, dengan jumlah umat 1.787 orang (1206 di antaranya adalah tentara).
Tanggal 29 Oktober 1905 Rm. Cornelius Stiphout, SJ dari Pastoran Ambarawa, mendapat ijin dan mulai merintis berdirinya Gereja di kota P5 – St. Antonius Purbayan 15 Surakarta. Perayaan Ekaristi yang pertama kali diadakan di Pastoran pada tanggal 22 Desember 1907. Setelah memalui proses yang panjang, akhirnya tanggal 14 November 1916, bersamaan dengan pesta Santo Yosef Pignatelli, Gereja Santo Antonius dari Padua Purbayan diberkati. Rm. Cornelis Stiphout, SJ diangkat sebagai Pastor Paroki yang pertama di Surakarta dengan surat pengangkatan tahun 1918.
2. Masa Perjuangan Baru (1976 – sekarang)
Tahun 1976 Rm. Theo Prayitna, SJ diangkat menjadi pastor Kepala dibantu oleh Rm. Joannes Maria Groenewoud, SJ, Rm. Bernardus Subroto Mardiatmadja, SJ; Rm. Artur Waibel, SJ; dan Rm. Everardus Wigers, SJ. Beliau memeperkenalkan ME (Marriage Encounter) bagi pasangan suami istri Katolik. Pertumbuhan umat sangat pesat dan angin konsili Vatikan II yang ditutup oleh Paus Paulus VI pada 8 Desember 1965, mulai masuk membaharui Gereja.
Pada tahun 1977 dibentuk CLC (Christian Life Community) dengan nama KHK (Komunitas Hidup Kristiani) yang didirikan dengan nama Santa Maria dan Serba Kasih (1979). Nama ini akhirnya diganti menjadi CLC Santo Ignatius. Mulai 10 Januari 1980 Persekutuan Doa Pembaharuan Kharismatik Katolik muncul dan berkembang hingga sekarang. Organisasi organisasi Katolik pun berkembang dengan baik; seperti Wanita Katolik (WK), Muda-mudi Katolik (Mudika) selalu aktif dalam kegiatan menggereja. Misa wilayah diadakan sekali dalam dua bulan. Pada masa ini setiap bulan Juni sampai September, gereja merayakan Bulan Paroki dengan berbagai perlombaan dan ibadat wilayah yang kemudian ditutup dengan bazar. Untuk menggiatkan kelompok koor, Cecillia Cup dilombakan setiap tahun.
Pembangunan iman umat digencarkan. Diadakan penataran-penataran untuk prodiakon dan pamong wilayah (1980), untuk para pemuka jemaat di Syantikara Yogyakarta (1983) yang dilanjutkan di Purbayan (Maret 1984). Umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi hari Minggu semakin banyak, 16 P5 – St. Antonius Purbayan maka perluasan gereja semakin dirasa perlu segera dilaksanakan, lalu dibentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh Bapak RG. Sukadio.
Pada tahun 1986 Rm. Leonardus Smith, SJ diangkat menjadi Pastor Paroki dan pada tahun 1988 pembangunan/ pemugaran gedung gereja. Pada tanggal 21 Juli 1988 Gereja Santo Antonius dari Padua Purbayan dipergunakan sebagai tempat tahbisan imam-imam Serikat Yesus, yang dihadiri oleh Pater Hans Kovenbach, SJ selaku Jendral Serikat Yesus.
Pada bulan April 1990 Rm. Joannes de Britto Mardikartono Sugito, SJ diangkat menjadi Pastor Paroki dan dilakukan renovasi Goa Maria disisi kanan Pastoran. Pada tanggal 13 Juni 1991, menandai dimulainya kegiatan perayaan memperingati Hari Ulang Tahun Geraja Santo Antonius Purbayan ke 75 (tanggal 13 Juni s/d 10 November 1991). Tahun 1994 Rm. Maximianus Sriyanta, diangkat sebagai Pastor Kepala Paroki dan mulai dilakukan Pembangunan Gedung Paroki yang baru (1995). Tahun 1996 Rm. Fransiskus Xaverius Wirjapranata, SJ diangkat menjadi Pastor Paroki. Rm. Josephus Wiharjono, SJ sebagai Vikaris Parokial yang sekaligus sebagai Ketua PSE Kevikepan sangat dekat dengan orang-orang miskin di sekitar gereja.
Pada Tahun 2004 Rm. Romanus Wahono Wegig, SJ diangkat menjadi Pastor Paroki. Sebagai Vikaris Parokial adalah Rm. Rudolphus Kuris SJ. Rm. Cassianus Teguh Budiarto, SJ , Rm. Agustinus Mangunharjana, SJ dan Rm. Martin Suhartono, SJ tinggal di pastoran dengan tugas-tugas khusus. Pada kurun waktu ini dibangun tempat doa kepada Bunda Maria di sisi kiri Pastoran, serta dilakukan renovasi interior dan eksterior gereja. Tahun 2009 Rm. Antonius Puja Harsana, SJ datang menggantikan Rm. Romanus Wahono Wegig, SJ. Rm. Rudolphus Kurris, SJ, sebagai Vikaris Parokial berhasil menerbitkan sebuah buku “Purbayan di Tengah Rakyat dan Ningrat (2009)”. Pada masa ini Paroki Santo Antonius dari Padua Purbayan Surakarta mendukung dibentuknya Credit Union (CU) Cempaka oleh beberapa umat. Selain memberikan modal awal, Paroki Santo Antonius dari Padua Purbayan Surakarta juga merelakan salah satu ruangan P5 – St. Antonius Purbayan 17 di Gedung Paroki untuk sementara waktu ditempati dan dipakai sebagai Kantor CU.
Rm. Antonius Puja Harsana, SJ pindah ke Nabire-Papua dan belum diangkat pengganti definitif, maka diangkat Rm. Joannes Moerti Yoedho Koesoemo, SJ sebagai pejabat sementara Pastor Paroki. Tugas pokok Rm. Joannes Moerti Yoedho Koesoemo, SJ adalah sebagai Direktur Yayasan Kanisius Cabang Surakarta. Di komunitas pastoran juga tinggal Frater Vincentius Haryanto, SJ yang tugas pokoknya sebagai pendamping sementara para mahasiswa di Wisma Mahasiswa Surakarta, Rm. Paulus Suradibrata, SJ sebagai pembimbing rohani bagi umat (wafat tanggal 1 Januari 2018 masih sebagai penghuni resmi Pastoran Purbayan), dan Rm. Agustinus Mangunharjana, SJ sebagai Vikaris Parokial.
Tanggal 1 Januari 2012 Rm. Albertus Mardi Santosa, SJ datang dari Nabire untuk menjadi Pastor Kepala Paroki. Pada bulan Juli 2014 Rm. Eduardus Didik Cahyono, SJ datang sebagai Vikaris Parokial, namum pada bulan Agustus tahun 2016 beliau dipindah menjadi pastor kepala di paroki Bongsari Semarang. Rm. Heribertus Heri Setyawan, SJ tinggal sementara (Januari sampai September 2016) di Purbayan untuk mempersiapkan studi islamologi di Kairo Mesir. Rm. Vincentius Ernest Justin, SJ. ditugaskan menjadi Vikaris Parokial sejak 28 Juli 2016. Rm. Clemens Budiarta, SJ. ditugaskan menjadi Vikaris Parokial sejak 5 Januari 2018 menggantikan Rm. Paulus Suradibrata, SJ . Tanggal 23 Agustus 2018 Rm. Stephanus Bagus Aris Rudiyanto, SJ menggantikan Rm. Albertus Mardi Santosa, SJ sebagai Pastor Paroki. Rm. Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ ditugaskan sebagai Vikaris Parokial pada tanggal 1 September 2019 menggantikan Romo Vincentius Ernest Justin, SJ. Pada tanggal 1 Oktober 2020 Rm. Stephanus Bagus Aris Rudiyanto, SJ wafat karena sakit pada usia 40 tahun. Rm Clemens Budiarta, SJ ditugaskan sebagai Administrator sampai dengan 30 November 2020, pada tanggal 1 Desember 2020 ditugaskan sebagai Pastor Paroki sampai September 2024. Rm. Walterus Teguh Santosa yang pindah ke Purbayan mulai 19 Agustus 2024 menjadi Kepala Paroki tahun 2025 – sekarang. Di tahun 2024 Rm. Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ dipindah tugaskan dan digantikan oleh Rm. Antonius Bagas Prasetya Nugroho, SJ yang masuk ke Purbayan pada 2024 – sekarang.

